IRAMA HATI SAYA

Oh, Dunia! Aku Dilamun Cinta...

p/s: jangan mengada-ngada baca puisi ni kalau tak ada mood, ok?
____________________________________________________________________
For those who enjoy their lives to the fullest:

Awan menari-nari
membentuk lukisan hati
Gerimis rintik dinihari
mengundang pelangi
Senyum terukir kembali

Riang
meniti batas waktu
Bunga mekar menguntum

Bias-bias luka tidak mencalar
Nada-nada sinis tidak mencabar
Bait-bait gurindam terus terlakar
Sebebas terbangnya sang camar

Terus
menapak penuh kemesraan
Bibir tidak lekang siulan
Menyusun indah angan-angan
bersulam seribu kenangan
tanpa dijejak bayangan kekalutan

Oh, Dunia!
Aku kini dilamun cinta
Izinkan aku selamanya bahagia
Tanpa hadir rasa hiba

Terima kasih buatmu
Yang tersayang.

26 feb 2008 - 4:45am
-------------------------------------------------------------------------------------------------
note:
sebenarnya cik agak keliru untuk "menyusun angan-angan bersulam kenangan" atau menyusun kenangan bersulam angan-angan".
Tapi akhirnya cik ambil keputusan untuk gunakan frasa yang awal tu supaya nampak lebih optimistik dan lebih realistik.(tak ada maknanya nak susun kenangan dan angan-angan lalu. kita tak akan dapat ulangi masa lampau,betul tak?..hidup mesti pandang ke hadapan! jadi, tak salah kita membina angan-angan untuk maju). Fighting!!

Having composed this poem, I found out (or rather realized) that people tend to be concise and 'straight-to-the-point' in their words when they are HAPPY or excited.
However, they tend to be wordy and lenghty in their writing (and speech) when they are in misery or emotionally disturbed. Perhaps there are so much to tell or to share that merely simple words does not befitted their expression
.

Therefore, HAPPY people have less vocabularies compared to MISERY ones (aku tahu teori ni tak masuk akal).

Does mood really influence our writing, anyway?

0 tokok-tambah:

 
◄ Design by Pocket